Jakarta. Persiapan Kongres Muslimah Indonesia telah mencapai
80 persen dan terus dimatangkan oleh panitia kongres. Informasi ini
diungkapkan Ketua Panitia Kongres Muslimah Indonesia, Welya Safitri.
Welya Safitri yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal
(Wasekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat diwawancarai di kantor
sekretariat MUI pada Kamis petang (6/3).
“Kongres ini diselenggarakan di Wisma Graha Sabha – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Cikopo, Puncak. Namun acara ceremonial pembukaannya dilaksanakan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,” jelas Welya Safitri.
Adapun agenda utama penyelenggaraan Kongres Muslimah Indonesia, lanjut Welya Safitri, adalah menyamakan visi di antara muslimah Indonesia.
Acara ini, jelas Welya Safitri, diselenggarakan oleh empat Organisasi
Kemasyarakatan (Omas) Islam di Indonesia, yaitu, Majelis Ulama
Indonesia (MUI), Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT), Ikatan Cendekiawan
Muslim Indonesia (ICMI) dan Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita
Indonesia (BMOIWI).
BMOIWI, papar Welya Safitri, merupakan gabungan dari 32 Ormas wanita
Islam di Indonesia. Kongres Muslimah Indonesia ini merupakan kongres
yang diselenggarakan untuk pertama kalinya setelah Indonesia merdeka.
“Tujuan utama penyelenggaraan Kongres Muslimah Indonesia adalah
menyatukan visi dan misi berbagai ormas kewanitaan Islam di Indonesia
untuk menghadapi tantangan global; baik dalam bidang sosial, politik,
ekonomi dan budaya,” pungkas Welya Safitri. (ROL/sbb/dakwatuna)

0 komentar:
Posting Komentar