Hari ini di Gelora Bung Karno (suatu
tempat yang disediakan khusus untuk orang ramai) telah berkumpul ratusan
ribu massa PKS. Mereka datang dengan biaya sendiri memakai baju yang
dibeli sendiri. Namun media
sekuler tidak begitu tertarik memberitakannya dibandingkan dengan 20
orang massa pendukung Jokowe Bara JP yang katanya datang dari 26
Propinsi (yang berkumpul di bunderan HI tempat orang-orang mencari
perhatian menyusahkan dan bukan disediakan untuk tempat berkumpul tapi
sering dimanfaatkan untuk tempat demo). Mereka selain diberi baju gratis juga didatangkan bukan datang seperti massa PKS.
Detik.com hari ini menyoroti macet yang disebabkan ratusan ribu massa PKS datang menggunakan bus
dan kenderaan lainnya. Padahal sekali lagi GBK memang direka dan dibuat
untuk tempat berkumpulnya orang banyak. Detik.com tidak menyoroti
disaat di antara 20 orang massa Bara JP adalah anak-anak kecil yang
sememangnya dilarang untuk ikut kampanye.
Apa yang pasti ratusan ribu massa PKS itu tidak akan pernah memilih
Jokowe PDIP menjadi calon presiden mereka. Bahkan mereka secara
automatik massa PKS itu telah menjadi massa yang menolak Jokowe menjadi
calon Presiden. Semua orang tahu PDIP dengan PKS adalah dua lembaga yang
bertentangan ideologinya. PDIP adalah sebuah partai sekuler yang banyak
mengadopsi teori politik
Machiavelli, sementara PKS adalah sebuah partai Islamis yang banyak
mengamalkan manhaj politik Hasan al-Banna. Yang satu kiblatnya ke Cina
komunis yang satu lagi kiblatnya ke Arab. Ratusan ribu massa PKS itu
adalah real nyata dibandingkan pasukan abal-abal Jasmev yang pintar
menipu dengan menggandakan akun-akun palsu ciber army di media sosial.
Seperti diketahui semejak Jokowe dijadikan capres oleh partainya PDIP,
sampai sekarang ia bagaikan genderang perang yang ditabuh oleh Mega
terhadap lawan-lawan politiknya. Orang yang paling keberatan adalah
Prabowo dengan partai Gerindranya. Prabowo malah mengungkit tentang
perjanjian batu tulis bermatrei dengan kesepakatan PDIP yang akan
mendukung Prabowo jadi capres 2014, bukan Jokowe. Demokrat, Golkar,
Nasdem yang masing-masing mengusung capres Edy, Ical, Paloh juga menjadi
musuh utama Jokowe PDIP dalam peperangan ini.
Adakah kaitannya membludaknya massa PKS di gelora bung karno hari ini
dengan mencapresnya Jokowe.. Saya nampak ada., dalam politik dikenal
dengan pollitik balas dendam, sakit hati, kecewa, marah dan benci. Massa
ini disebut dengan massa atas angin, massa ngambang, massa atas pagar.
Mereka memerlukan lahan untuk berpijak menyalurkan aspirasi. Massa ini
dapat dikatagorikan sebagai luar biasa abnormal. Massa yang kecewa karena dikibulin melalui janji-janjinya waktu kampanye gubernur DKI dulu.. massa muslim
yang marah karena sudah dua kali jokowe menyerahkan jabatannya kepada
wakil non muslim. Pertama wali kota Solo dan kedua gubernur DKI kepada
wakilnya yang beragama kristen. Massa yang benci dengan keadaan Jakarta
yang bertambah macet dan banjir yang bertambah parah. Mereka semua
mencari lahan tempat berpijak sebagai sarana pelampiasan dendam, sakit
hati dan kecewa pada Jokowe.
Sebagai perbandingan beberapa orang kenalan saya yang merasa marah dengan kampanye presiden cerdas
saya selama ini justeru terbalik menjadi sahabat yang berjuang bersama
saya. Mereka malah banyak yang menyerang Jokowe setelah berita itu.
Selama ini mereka kesal karena saya selalu mengkampanyekan presiden
cerdas. Mereka tersinggung karena mungkin yang saya maksudkan capres
tidak cerdas itu Jokowe saja, padahal bukan hanya dia, tetapi juga
Prabowo, Mega, Paloh dan sebagainya.
Mereka yang selama ini memarahi saya dengan kata-kata; lah wong Jokowe
sendiri gak mahu nyapres.. Gak mungkin, mustahil.. kok kitanya yang
sewot sih.. Kini komennya lain lagi; kecewa ngurus ibu kota belum
beres.., perlu didenda karena resign meninggalkan massa kontrak
jabatan.., harus diseret ke pengadilan,.. kempret dia.. dan banyak lagi
kata-kata kasar akibat kemarahan lainnya.
sumber; http://tajdid.blogdetik.com/2014/03/16/pks-banjir-massa-jokowe-banjir-musuh/
Minggu, 16 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar